Showing posts with label berpikir. Show all posts
Showing posts with label berpikir. Show all posts

Friday, October 8, 2010

Asal Usul Istilah Nama "OK"

ternyata kata "OK" merupakan singkatan dari kata 'oll korrect'. lo kok gitu? anda pasti bertanya-tanya bukannya yg bener 'all correct'??

jadi pada waktu tahun 1839 di kota New York dan Boston lagi ngetren yang namanya bahasa slank gan semacam bahasa gaul gitu gan. contohnya kaya singkatan "KY" yg asalnya 'know yuse'; 'OW' untuk 'oll wright (pendahulu dari 'oll korrect'); 'KG' untuk 'know go'; 'NS' untuk 'nuff said; dan banyak yg lainnya gan

OK merupakan kata slank yg masih bertahan gan, dikarenakan pada tahun 1840 ada suatu pemilu di New York dimana sang kandidat yg bernama Martin Van Buren menggunakan kata OK sebagai slogan. nama panggilal Van Buren adalah 'Old Kinderhook', jadi para pendukungnnya membentuk group yg bernama 'O.K. Club', yang mempunyai makna ganda yaitu 'oll korrect dan 'Old Kinderhook'. namun ini memberikan kesempatan kepada lawan Van Buren untuk mengejek pendukungnya sebagai kelompok yg buta huruf

Fakta-fakta lainnya

* kalimat 'okey-doke' pertama kali muncul tahun 1932, asalnya dari kebiasaan orang inggris yg mengucapkan OK berbunyi 'okie'. yg kemudian dibawa ke amerika, dimana orang amerika membunyikannya dengan versi 'e' yg lebih panjang, sehingga menimbulkan sajak


* orang-orang yunani yg bermigarasi ke amerika namun kemudian kembali lagi ke tanah airnya disebut oleh orang yunani sebagai 'okay-boys', dikarenakan mereka telah mengadopsi kebiasaan amerika yg mengucapkan kata OK

* Bentuk kata kerja OK awalnya muncul pada tahun 1919 yang dijabarkan sebagai "okeh", yang dibingungkan dengan kata orang Choctaw (orang asli amerika yg ada dibagian tenggara amerika) "okeh", yang berarti "it is so". Namun pada tahun 1929, ejaan ini diganti dengan oke, yang telah cukup banyak bertahan sampai hari ini.

Friday, April 2, 2010

Cerita Motivasi Untuk Membangkitkan Semangat


Yanti sedang berjalan di sebuah lorong di kampus tempat dia kuliah. Saat itu suasana cukup rame karena bertepatan dengan jam masuk kelas. Tiba-tiba, ada yang menepuk dia dari belakang. Kontan saja, Yanti yang sedang melamun kaget bukan kepalang. Dia memalingkan tubuhnya untuk mencari siapa orang yang menepuk dirinya.

Saat dia membalikkan badan, ada seorang pria di belakangnya. Pria tersebut sedang menoleh ke arah lain. “Kurang ajar, tidak sopan nich cowok.” Pikir Yanti, sambil langsung menampar pria tersebut.

“Aduh, ada apa ini?” kata si pria yang kaget tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak.

“Pura-pura bodoh lagi, emangnya saya cewek murahan?” teriak Yanti. Kontan saja teriakan itu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Sementara si pria bengong.

“Apa yang saya lakukan?” kata si pria.

“Masih belum ngaku, kamu? Bukannya minta maaf!” teriak Yanti tanpa memperdulikan orang-orang yang sudah mengerumuninya.

“Suer, saya nggak tau. Saya salah apa?” tanya si pria.

“Dimana ada maling ngaku.” kata yanti tetap dengan nada tinggi.

Salah seorang dari orang-orang yang melihat bertanya kepada Yanti, “Memang apa yang dia lakukan?”

“Tanya saja sama dia!” kata Yanti.

“Dia nggak mau ngaku, kamu aja yang bilang.” kata orang tadi.

“Dia mencolek saya, tapi dia tidak mau mengaku.” tanya Yanti dengan nada galak.

“Hah? Kapan?” tanya pria tadi terlihat kaget.

“Tuh kan, tidak mau ngaku!” kata Yanti sambil cemberut.

“OK, kalau memang saya mencolek kamu, siapa saksinya?” tanya si pria mulai membela diri.

Yanti melihat ke sekeliling mencari yang melihat kejadian tersebut, tetapi tidak seorang pun bicara. Yanti kesal karena tidak ada yang mendukungnya.

“Baiklah, kamu menang sekarang! Tapi awas, kamu jangan dekat-dekat saya lagi.”, ancam Yanti.

“Bagus sekali, karena saya juga tidak mau ditampar sama kamu.” kata si pria sambil langsung pergi.

Kerumunan orang pun bubar.

Keesokan harinya, Yanti bertemu dengan sahabatnya Susi.

“Yan, kemarin ribut-ribut apa?” tanya Susi.

“Saya tampar cowok karena dia mencolek saya.” jawab Yanti.

“Dimana?” lanjut Susi menyelidik.

“Itu di lorong dekat kelas, pas mau jam pelajaran. Dia menepuk pundak saya.” Yanti menjelaskan peristiwanya.

“Astaghfirullah….” kata Susi kaget dan terdiam sebentar dengan wajah merasa bersalah.

Melihat sahabatnya seperti itu, Yanti agak kaget.

“Kenapa Sus?” tanya Yanti.

“Sus…. yang menepuk kamu itu saya. Bukan cowok yang kamu tampar. Saya ngerjain kamu, saya tepuk kamu kemudian langsung sembunyi dan lari. Saya tidak tahu akan berakibat seperti itu.” jelas Susi dengan wajah takut.

Yanti pun terdiam.

Pesan moralnya silahkan tangkap sendiri yah...khu khu khu khu khu

by bloggue-blog