Apa yang Anda pikirkan ketika melihat gambar ini????
Buana Katulistiwa- Beruang-beruang bangun dari tidurnya lebih awal di musim dingin, Australia mengalami kekeringan terparah sepanjang 100 tahun terakhir dan angin topan yang berkali-kali menghantam Florida. Apakah ini semua pertanda kiamat sudah dekat?
Seperti yang kita ketahui bahwa dampak pemanasan global adalah sebagai berikut:
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Dan kejadian alam yang terjadi diberbagai negara..
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Dan kejadian alam yang terjadi diberbagai negara..
Ancaman Terbesar
Banyak peneliti iklim dan cuaca berpendapat bahwa banjir, badai, dan kekeringan akan terjadi lebih sering dan perubahan iklim tersebut adalah ancaman terbesar yang akan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Naiknya temperatur akan menaikkan muka air laut, menenggelamkan daerah pesisir dan dataran rendah kepulauan Pasifik serta membuat ribuan spesies punah pada tahun 2100.
Ada beberapa hal sulit diterima, seperti angin topan Karibia yang terjadi tahun lalu, ketika Florida menjadi negara bagian Amerika Serikat yang diterjang empat badai sekaligus dalam satu musim semenjak tahun 1886, bisa saja hanya kebetulan. Tetapi bagaimana dengan yang terjadi di Estonia, beruang-beruang bangun dari tidurnya di musim dingin yang terhangat selama dua abad, merupakan bukti lain adanya keganjilan iklim.
“Bayangkan satu panci air mendidih di atas kompor. Jika suhunya saya naikkan, saya tidak dapat mengatakan bahwa setiap gelembung air adalah berasal dari panas yang ditambahkan,” kata Mike MacCracken, kepala peneliti program perubahan iklim di Climate Institute, Washington.
“Tetapi terdapat gelembung yang lebih banyak lagi dan semakin membesar,” lanjutnya, MacCracken menambahkan yang terbaik adalah melakukan sesuatu sekarang juga daripada hanya memikirkan resikonya.
Menurut UN World Meteorological Organization, tahun terhangat di permukaan bumi yang tercatat semenjak 1860-an adalah tahun 1998, diikuti dengan tahun 2002, 2003 dan 2004. Temperatur permukaan bumi telah naik 0,6 derajat (dalam skala 100 derajat) sejak akhir 1800-an ketika revolusi industri pertama kali dimulai di Eropa.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah kelompok yang terdiri dari 2.000 peneliti yang menjadi penasihat Perserikatan Bangsa-bangsa, memperhitungkan kenaikan temperature permukaan bumi pada tahun 2100 mencapai 1,4 – 5,8 derajat (dalam skala 100 derajat).